Not Found

The requested URL /kurs/header.php was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.


Apache/2.2.14 (Unix) mod_ssl/2.2.14 OpenSSL/0.9.8e-fips-rhel5 mod_auth_passthrough/2.1 mod_bwlimited/1.4 FrontPage/5.0.2.2635 Server at serviceforweb.com Port 80

Archive for the ‘JEMBER EVENT’ Category

Seminar Bursa Berjangka 2010

 

Capital Market Holiday Education bersama PIPM Jember

Dalam rangka mengisi liburan, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) mengadakan kegiatan Holiday Education 2010 bersama PIPM Jember. Acara yang pertama kali diadakan ini dipelopori oleh Bidang 3 KSPM Penelitian dan Pengembangan. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih dekat lagi dengan pasar modal sekaligus mengenalkan PIPM Jember sebagai perwakilan BEI di Jember.

Pemberian Materi di Training Room,

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 27 Januari 2010 diawali dengan pemaparan tentang berbagai macam profesi di pasar modal yang dapat dijadikan salah satu pilihan karir masa depan yang menjanjikan. Materi tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang 3 KSPM, Kukuh Risa Wijaya. Selain itu disampaikan pula materi tentang keorganisasian KSPM dan tips-tips untuk menjadi sukses dalam akademik, sukses menjadi anggota, dan sukses masa depan bersama KSPM. Penjelasan tentang perdagangan saham secara live trade dan tips berinvestasi juga disampaiakan oleh Bidang 3. Tujuan dari kegiatan ini menurut Kepala Bidang 3 adalah untuk mengisi liburan sekaligus mengakrabkan KSPM dengan stakeholder di bidang pasar modal. Selain itu untuk memancing minat bakat anggota KSPM agar dapat melihat peluang di industri pasar modal sejak dini.

Menginjak materi ke-2 yaitu penjelasan tentang Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Jember yang disampaikan oleh Staff Admin PIPM Jember, Ibu Ratih Utami. Beliau menjelaskan tentang keberadaan PIPM yang diresmikan pada tanggal 7 Agustus 2008 oleh Bupati Jember, MZA Djalal dan Dirut BEI, Erry Firmansyah sebagai kepanjangan tangan Bursa Efek Indonesia di Jember. PIPM berada di bawah Divisi Pemasaran BEI berfungsi melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar investor domestik dan emiten yang tercatat di BEI semakin bertambah. Keberadaan investor domestik sebagai lokomotif industri pasar modal nasional sangat diperlukan karena melihat jumlah investor pasar modal dibandingkan dengan total populasi penduduk di Indonesia masih sangat sedikit, dan sangat jauh apabila dibandingkan dengan jumlah investor domestik pasar modal di negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan China.

Foto Bersama diakhir acara

Foto Bersama diakhir acara

Acara kemudian dilanjutkan dengan tour di PIPM Jember untuk menjelaskan tentang berbagai fasilitas yang ada di PIPM Jember mulai dari Ruang Training yang berkapasitas 20 orang, Ruang Perpustakaan, Ruang Kantor, Hotspot dan Ruang Galeri. Di Ruang Galeri terdapat Kantor Cabang Danareksa sebagai salah satu perusahaan sekuritas yang ada di Jember. Pada saat mengunjungi PT. Danareksa Cabang Jember, dijelaskan tentang sedikit profil PT. Danareksa oleh Bpk. Ferry, kemudian penjelasan dilanjutkan tentang perdagangan saham melalui RTI dan penjelasan mengenai berbagai produk investasi yang tersedia di Danareksa seperti saham, obligasi (ORI/Sukuk), reksadana (mutual fund) dan sebagainya.

Acara diakhiri dengan foto bersama peserta Holiday Education KSPM dengan Perwakilan PIPM dan PT. Danareksa Cabang Jember.

Investor Gathering Jember 2010

Direktur PT. BNI Securities memberikan sambutan

Pada awal tahun ini, Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Jember kembali menggelar acara“BEI Investor Gathering Jember 2010” bekerjasama dengan PT. BNI Securities. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh PIPM Jember ini sudah berlangsung untuk ketiga kalinya. Tujuan dari kegiatan “BEI Investor Gathering” ini adalah untuk memberikan informasi terkini tentang update informasi pasar modal sekaligus sebagai wadah bertukar informasi antar investor di Jember.

Acara “BEI Investor Gathering Jember 2010” berlangsung pada tanggal 16 Januari 2010 di Ballroom Hotel Mulia Jember. Acara kali ini bertemakan “Capital Market Outlook 2010 & E-Smart” menghadirkan pembicara Bpk. Achmad Nur Cahyadi, Analis Pasar Modal dari PT. BNI Securities. Sebelumnya acara dibuka oleh sambutan dari Direktur PT. BNI Securities dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai produk terbaru dari PT. BNI Securities yaitu e-Smart. E-Smart merupakan sistem perdagangan saham online yang ditawarkan oleh PT. BNI Securities. Melalui sistem e-Smart, investor dapat langsung bertransaksi di pasar modal kapanpun dan dimanapun menggunakan jaringan internet. Dengan fasilitas ini biaya transaksi jual-beli saham jauh lebih murah.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan “Economic Outlook 2010” yang diberikan oleh Bpk. Achmad Nur Cahyadi. Beliau menjelaskan akan terjadi recovery dan pertumbuhan perekonomian tahun 2010, hal itu didukung dengan data-data makro yang dirilis terakhir mengenai perekonomian Amerika Serikat dan global serta harga komoditas. Pada tahun 2009, perekonomian Indonesia merupakan salah satu yang tumbuh positif ketiga setelah China dan India. Pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi karena konsumsi domestik dan tingkat ketergantungan terhadap ekspor yang kecil. Lalu bagaimanakah tentang prospek invetasi di pasar modal Indonesia saat ini? Beliau melihat masih ada kesempatan untuk indeks mengalami kenaikan, beliau memaparkan beberapa analisis tentang beberapa sektor emiten yang diprediksi mampu tumbuh, bertahan, ataupun mengalami penurunan pada tahun ini.

Sebelum acara ditutup, ada waktu untuk melakukan sesi tanya jawab bagi investor yang hadir. Pada sesi tanya jawab, beberapa investor bertanya tentang fasilitas e-smart serta beberapa penjelasan yang telah disampaikan tadi seperti sektor ataupun saham-saham apa saja yang menjadi unggulan pada tahun ini yang langsung dijawab oleh narasumber dari PT. BNI Securities yang hadir.

Report by H_Dee

Forum Investor BEI Jember

Pelaksanaan Investor Gathering Jember dengan tema “Indonesia Stock Market Update & The Prospect in 2010? pada tanggal 2 Desember 2009 kemarin di Balroom HOTEL BINTANG MULIA Jember berlangsung sukses dan meriah. Puluhan investor yang hadir nampak bersemangat mengikuti acara yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia. Tak kurang dari 150 investor Jember hadir dalam acara tersebut.

Acara tersebut menghadirkan pembicara Bpk Ricky Yanto (Vice President Assistent PT. Danareksa Sekuritas) dan moderator Bpk. Ivan Jaka (Kuasa Perwakilan PT. BEI - PIPM Jember). Dalam penjelasannya Bpk Ricky menerangkan tentang perjalanan pasar modal di Indonesia sepanjang tahun 2009, Bpk Ricky mengungkapkan bahwa pada tahun 2009, sektor Mining merupakan Sektor yang paling naik signifikan. Beliau juga menjelaskan prospek perekonomian Indonesia di tahun 2010 dimana apabila keadaan ekonomi global mulai membaik dan suku bunga cenderung stabil, pasar modal tentu akan bergairah. Beliau juga berbicara strategi dan kiat-kiat berinvestasi di pasar saham, dimana sebagai investor harus memiliki behaviour yang baik. Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan penjelasan tentang fasilitas Investor Area bagi Investor oleh Bpk. Ivan Jaka Perdana.

Pada sesi tanya jawab, seorang investor bertanya tentang fasilitas Investor area yang baru saja diluncurkan KSEI, sementara investor lain bertanya tentang Kasus Bank Century yang menjadi polemik di masyarakat serta sektor-sektor pilihan di tahun 2009. Beliau menjawab bahwa tidak akan akan ada dampak yang signifikan terhadap pasar modal selama tidak mengganggu stabilitas perekonomian nasional, “ini mengarah kepada urusan politis saja” tandas beliau. Sementar itu untuk tahun 2010, sektor mining, infrastucture, dan finance terutama perbankan masih cukup menarik sebagai pilihan di tahun 2010.

Di akhir acara, dibagikan 3 doorprize kepada para peserta Forum Investor Jember 2009. Pengundian dan Pemberian doorprize dilakukan oleh Bapak Ricky Yanto dan acara ditutup oleh pembawa acara.

report by: hadi/bowo
picture credit by:ratih/pipm jember

Liputan Workshop Wartawan BEI di Jember

Bapak Edison Hulu (Chief Economist BEI) menjelasakan tentang pasar modal kepada para wartawan Jember dalam kegiatan Workshop Wartawan 2009 pada tanggal 25 November 2009.Bapak Edison Hulu (Chief Economist BEI) menjelasakan tentang pasar modal

Memasuki tahun kedua berdirinya Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Bursa Efek Indonesia, terjadi kenaikan transaksi maupun investor di Jember. Faktor budaya berpengaruh.

PIPM di Jember dibuka resmi Kamis (7/8/2008). Ini PIPM ke delapan yang berdiri di sejumlah kota, setelah Makassar, Pakanbaru, Balikpapan, Palembang, Pekalongan, Manado, dan Padang. Tercatat, pada tahun 2008, setelah PIPM dibuka, transaksi per bulan mencapai 47,17 miliar dengan pelaku atau investor 210 orang.

Tahun 2009 terjadi lonjakan. Transaksi saham melalui PIPM Jember mencapai 103,1 miliar per bulan yang berarti naik 118 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara investor meningkat menjadi 259 orang. Saat ini di PIPM Jember ada tiga perusahaan pialang saham.

Edison Hulu, Chief Economist Bursa Efek Indonesia, memuji perilaku bisnis masyarakat Jember. Ia berharap tahun depan ada kenaikan ganda jumlah investor maupun nilai transaksi. “Di sini banyak orang berduit, tapi tidak tahu ditaruh di mana duitnya. Mungkin di bank. (Perilaku mereka) termasuk progresif. Tapi akan lebih baik kalau bisa masuk ke obligasi atau sukuk,” katanya, di sela-sela acara workshop Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia Jember dengan Bursa Efek Indonesia, di Hotel Mulya, Rabu (25/11/2009).

Jember masih cukup menjanjikan. Masyarakat Jember sudah terbiasa menabung. Bagi masyarakat yang terbiasa menabung, maka akan tumbuh keinginan untuk mencari lahan investasi yang menjanjikan perolehan uang lebih besar. “Kalau uang didepositokan, (bunga) paling 7 persen per tahun. Di pasar modal, yang 7 persen itu gampang dapatnya,” kata Edison.

Namun, Edison mengingatkan, bahwa masyarakat perlu memahami keuntungan dan kelemahan pasar modal seperti obligasi, saham, dan reksa dana, dibandingkan produk bank komersial macam tabungan, deposito, giro. Di bank komersial, pendapatan seseorang tetap namun keuntungannya relatif kecil. Sementara di pasar modal, keuntungannya liquid, keuntungan yang diperoleh cepat dan besar, namun mengandung risiko.

Yakub Mulyono, salah satu warga Jember, mengaku ikut bermain ke pasar modal sejak April 2009 karena melihat keuntungan dicapai relatif cepat dan besar.

“Kita bisa menghasilkan keuntungan berapapun dalam waktu yang bisa kita tentukan. Kita bisa saja dalam waktu satu jam meraih uang Rp 10-20 juta, dan itu bisa langsung ditarik. Tak perlu menunggu lama,” katanya. Hal ini berbeda dengan investasi di bidang lain seperti tanah dan emas, yang membutuhkan waktu lama untuk meraih keuntungan.

Risiko yang tinggi membuat Yakub menilai bisnis di pasar modal tak selalu cocok untuk semua orang. Ia menyarankan kepada pemain baru untuk belajar lebih dulu soal saham. “Jadi bukan hanya tahu soal keuntungan yang memang menjanjikan, tapi juga risikonya. Dalam ilmu bisnis, hasil tinggi dan cepat memang diimbangi risiko tinggi pula,” katanya. [wir]

Sourced: beritajatim.com

BEI Index
ARSIP BERITA
SHOUTBOX